Rabu, 13 Agustus 2008

Materi aQidah

A. Pengertian dan Definisi Syukur Nikmat

-Arti syukur banyak di ungkapakan oleh cendikawan-cendikawan muslim yakni :
Dalam bahasa memiliki Arti:syukur adalah berterima kasih, dan nikmat adalah memiliki arti enak, sedap, lezat, karunia, anugrah, dsb. Keduanya sama-sama berasal dari bahasa arab. Syukur nikmat adalah berarti berterimakasih atas suatu anugerah atau pemberian. Dalam hal ini nikmat datang dari Tuhan YME yaitu Allah SWT.

-Menurut istilah ‘syukur’ adalah memberikan pujian kepada yang memberi kenikmatan dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita berupa perbuatan ma’ruf dalam pengertian tunduk dan berserah diri kepada-Nya. [Mukhtashor Minhajul Qashidin, 277]
Seorang hamba bersyukur kepada Allâh, artinya hamba itu memuji Allâh dengan menyebut kebaikannya, yaitu ni’mat. Sedangkan Allâh bersyukur kepada hamba, berarti Allâh memuji hamba dengan menerima kebaikan hambanya, yaitu karena ketaatannya. Al-Raghib (tt, 265) menjelaskan,Syukur ni’mat, yaitu senantiasa mengingat ni’mat dan mengungkapkannya, yaitu mengaplikasikan dengan bentuk yang diridhai Allâh.

-Ada juga yang mendefinisikan syukur dengan makna lain seperti:
1. Mengakui nikmat yang diberikan dengan penuh ketundukan.
2. Memuji yang memberi nikmat atas nikmat yang diberikannya.
3. Cinta hati kepada yang memberi nikmat dan (tunduknya) anggota badan dengan ketaatan serta lisan dengan cara memuji dan menyanjungnya.
4. Menyaksikan kenikmatan dan menjaga (diri dari) keharaman.
5. Mengetahui kelemahan diri dari bersyukur.
6. Menyandarkan nikmat tersebut kepada pemberinya dengan ketenangan.
7. Engkau melihat dirimu orang yang tidak pantas untuk mendapatkan nikmat.
8. Mengikat nikmat yang ada dan mencari nikmat yang tidak ada.
-Syukur memiliki tiga makna.
Pertama: Mengetahui (pemberian tersebut) adalah sebuah nikmat. Artinya dia menghadirkan dalam benaknya, mempersaksikan, dan memilahnya.

Kedua: Menerima nikmat tersebut dengan menampakkan butuhnya kepadanya.
Ketiga: Memuji yang memberi nikmat.
- Pujian yang bersifat umum adalah menyifati pemberi nikmat dengan sifat dermawan, kebaikan, luas pemberiannya.
- Pujian yang bersifat khusus adalah menceritakan nikmat tersebut dan memberitahukan bahwa nikmat tersebut sampai kepada dia karena sebab Sang Pemberi tersebut.
Derajat SyukurSyukur memiliki tiga tingkatan:
- Pertama: Bersyukur karena mendapatkan apa yang disukai.
Tingkat syukur ini bisa juga dilakukan orang Islam dan non Islam, seperti Yahudi dan Nasrani, bahkan Majusi.
- Kedua: Mensyukuri sesuatu yang tidak disukai. Orang yang melakukan jenis syukur ini adalah orang yang sikapnya sama dalam semua keadaan, sebagai bukti keridhaannya.
- Ketiga: Seseorang seolah-olah tidak menyaksikan kecuali Yang memberinya kenikmatan. Artinya, bila dia melihat yang memberinya kenikmatan dalam rangka ibadah, dia akan menganggap besar nikmat tersebut. Dan bila dia menyaksikan yang memberi kenikmatan karena rasa cinta, niscaya semua yang berat akan terasa manis baginya. Dalil-dalil tentang Syukurوَاشْكُرُوا لِلهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ“Bersyukurlah kalian kepada Allah jika hanya kepada-Nya kalian menyembah.” (Al-Baqarah: 172)فَاذْكُرُوْنِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنِ“Maka ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengingat kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan jangan kalian kufur." (Al-Baqarah: 152)وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ “Dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya dan kepada-Nya kalian dikembalikan." (Al-'Ankabut: 17)وَسَيَجْزِي اللهُ الشَّاكِرِيْنَ“Dan Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur.” (Ali 'Imran: 144)
-BUKTI-BUKTI DALAM AL-QUR’AN
1. Syukur merupakan wasiat Allah yang pertama bagi manusia setelah mampu berfikir, Allah memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dan kepada kedua orang tua dinyatakan dalam surat [QS. Luqman, 31:14].
2. Allah SWT meridhai orang-orang yang bersyukur [QS. Az-Zumar, 39: 7].
3. dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia? (Q.S. An-Naml : 40)

Lihatlah bahwa Allah tidak membutuhkan Syukur kita Allah itu Maha Kaya, karena sesungguhnya kalau kita bersyukur maka itu akan kembali kepada kita juga. Allah SWT tidak akan pernah mensia-siakan amal perbuatan kita walau sekecil apapun.

-Kata-kata ni’mat yang kita jumpai dalam Al-Qur’an
1. Al-Baqarah, “Dan ingatlah ni’mat Allâh kepadamu” (QS. Al-Baqarah [2]:231)
2. kata Na’mâ` dalam surat Hûd, “Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya” (QS. Hûd [11]:10)
3. kata al-Na’îm seperti pada surat al-Takatsur, “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang keni’matan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)” (QS. Al-Takatsur [102]:8)
Al-Raghib (tt, 499) menjelaskan, al-Ni’mat itu adalah suatu hal yang bagus (baik)

By Khoeirrrrr

So siapa aja yang pengen ngambil silahkan

jangan lupa beri comentnya sekalian.,.,.???!!!


1 komentar:

Cahaya Sang Ilahi mengatakan...

assalamualikum wr.wb
subhanallah kuasa Allah yang telah menganugrakan nikmat kepada kita.
terkesan melihat apa yang ada di profil sampean.
lanjutkan karyamu, semoga kamu menjadi hamba allah yang sami'na wa ato'na.
wassalamualikum wr.wb